Kepala BKPSDM Gresik, Agung Endro D.S. Utomo (kanan), menerima penghargaan dari Plt. Kepala BKN Republik Indonesia, Haryomo Dwi Putranto. Foto: Ist.
"Sistem merit memiliki dampak yang luas, di antaranya adalah mendukung peningkatan ekonomi melalui peningkatan produktivitas ASN, memberantas korupsi dengan memastikan proses rekrutmen dan promosi yang transparan dan akuntabel, dan juga meningkatkan kualitas manajemen ASN dan kinerja ASN secara keseluruhan," katanya.
Meski demikian, mantan Sekjen KemenPAN-RB itu tidak menampik bahwa sebaran penerapan sistem merit masih belum merata.
"Setiap tahun, penerapan sistem merit semakin membaik, tetapi sebaran serapannya masih terpusat di Pulau Jawa dan beberapa kota besar," ungkapnya.
"Untuk itu, kita harus bekerja lebih keras lagi untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip meritokrasi dapat diimplementasikan secara merata di seluruh Indonesia," sambungnya.
Dia berharap bahwa capaian ini menjadi inspirasi yang bisa memperkuat implementasi sistem merit dalam manajemen ASN guna mendukung program prioritas pemerintah serta mewujudkan birokrasi yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Adapun kabupaten dan kota di Jawa Timur yang meraih penghargaan dalam evaluasi pengawasan penerapan sistem merit tahun 2024 adalah Kota Surabaya dengan nilai 393, Kabupaten Sidoarjo 337,5.
Selanjutnya, Kabupaten Ngawi 329, Kabupaten Probolinggo 323, Kabupaten Gresik 310,5, Kabupaten Lamongan 306,5, Kabupaten Tuban 305,5, Kabupaten Magetan 304,5, Kabupaten Pasuruan 296,5, Kota Madiun 295, Kabupaten Jember 292,5, dan Kota Pasuruan 283. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




