Petugas saat mengecek harga daging ayam di salah satu pasar tradisional. Foto: Ist.
Guna menjaga stabilitas harga, pihaknya terus melakukan pemantauan terlebih saat awal tahun.
"Di awal-awal tahun, komoditas hortikultura sering terjadi kenaikan harga. Itu dari data catatan kami tahun-tahun sebelumnya selalu di awal tahun, kerena musim penghujan dibarengi musim tanam padi harga selalu naik karena pasokan berkurang," ungkapnya.
Berdasarkan kondisi tersebut, pihaknya terus melakukan pemantauan harga maupun pasokan untuk mengukur skala komoditas. Selanjutnya, dari skala tersebut akan ditetapkan indikator apakah komoditas dalam kondisi aman atau waspada bahkan intervensi.
Di samping upaya tersebut, Gerakan Pangan Murah juga akan dilakukan dengan mempertimbangkan periode waktu, misalnya saat menjelang hari raya keagamaan.
"Kalau momen Isra Mikraj dan Imlek yang sebentar lagi akan datang itu tidak memberikan dampak kenaikan harga yang signifikan," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Ridwan berharap informasi yang disajikan Pemkot Kediri dapat bermanfaat bagi masyarakat agar masyarakat dapat mempertimbangkan dalam berbelanja sehingga tidak terjadi panic buying.
Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga adalah daging ayam ras sebelumnya Rp33.889 menjadi Rp33.597, telur ayam ras sebelumnya Rp24.801 menjadi Rp24.636, bawang merah sebelumnya Rp32.365 menjadi Rp31.699, cabai merah keriting sebelumnya Rp48.222 menjadi Rp48.139, serta tomat sebelumnya Rp11.500 menjadi Rp10.667. Sedangkan cabai merah besar mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp58.000 menjadi Rp60.167. (uji/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




