Kondisi jasad korban sebelum dievakuasi petugas.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Jasad nelayan bernama Moh. Nari warga Kampung Bandaran, Kelurahan Pejagan, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, akhirnya ditemukan setelah 3 hari pencarian.
Korban dilaporkan hilang, setelah perahu yang digunakan melaut bersama 2 temannya sesama nelayan terbalik disapu ombak di perairan Karang Jamuang, pesisir barat Bangkalan.
BACA JUGA:
- Kemenhaj Bangkalan: Pelaksanaan Haji 2026 Sukses, Jemaah Pulang dengan Selamat
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Tretan Biosaka Madura Semprot Gunungan Sampah di TPS Bangkalan
- Ruang Pantomim Bangkalan Turun ke CFD, Kenalkan Seni yang Telah Ukir Prestasi Nasional
- Jemaah Haji asal Bangkalan Gelar Tasyakuran di Makkah, Bersyukur Usai Selesaikan Rangkaian Ibadah
Sementara kedua teman korban, Moh. Adiem dan Rafa selamat dari insiden laka laut tersebut. Mereka terombang-ambing hampir 7 jam, bersama perahunya yang rusak parah.
"Korban ditemukan oleh warga di wilayah pesisir Desa Mrandung. Jasadnya tertelungkup di akar pohon bakau," ungkap personel Basarnas Sumenep, Imam Nahrawi, Sabtu (1/2/2025).
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi melepuh. Namun ciri-cirinya, dari wajah dan pakaian korban masih bisa dikenali oleh pihak keluarga.
"Korban langsung kami evakuasi, kemudian dibawa ke rumah duka untuk disucikan dan disemayamkan, karena pihak keluarga menolak untuk autopsi," jelas Imam.
Kedatangan jasad korban disambut isak tangis oleh keluarga besarnya. Terutama istrinya, yang tidak kuasa melihat jasad suaminya saat dibopong tim SAR gabungan.
Proses pencarian korban dilakukan oleh petugas gabungan TNI AL, Satpol Airud, BPBD Bangkalan, Basarnas Sumenep, dan kelompok nelayan. Pencarian dilakukan mulai dari laut, hingga pesisir. (fat/uzi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




