Mediasi terkait kerugian UMKM saat Konser Valen di Bangkalan. Foto: AHMAD FAUZI/BANGSAONLINE
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan pelaku UMKM di Lapangan Kerapan Sapi (Skep), kecewa karena dagangan mereka sepi pembeli saat konser Valen pada Sabtu (14/2/2026). Stan makanan yang disiapkan rapi nyaris tak didatangi penonton.
Salah satu pedagang, Mahfud, mengaku hanya menjual sedikit dagangan.
“Tidak ada pembeli. Saya muter ke sana ke mari. Miris sekali,” akunya.
Ia menambahkan, sejumlah pedagang lain bahkan tidak menjual satu porsi pun.
“Kalau saya masih terjual sekitar 10 krepes. Yang lain, nol,” ungkapnya.
Para pedagang menilai tata kelola konser tidak profesional, mulai dari perubahan layout stan UMKM hingga minimnya akses penonton ke area pedagang.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur PT Diyu Daksa Entertainment, Danang, menyampaikan permohonan maaf.
“Kami akan mengembalikan 50 persen, meskipun secara internal EO juga mengalami kerugian,” jelasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, panitia memberikan kompensasi berupa pengembalian 50 persen biaya sewa tenda dari total Rp500 ribu per stan.
Danang mengungkapkan hasil audit sementara mencatat kerugian panitia mencapai Rp120 juta, dengan potensi membengkak hingga Rp200 juta.
Ia juga mengakui target penonton tidak tercapai. Dari target 3.000 orang, tiket yang terjual hanya sekitar 1.200 lembar.
Jadwal bentrok dengan konser Valen di Sampang disebut menjadi salah satu penyebab.
“Kami menyadari itu berdampak, terutama bagi penonton dari Blega, Konang, dan Modung yang memilih menonton di Sampang,” ujarnya.
Panitia memastikan pintu masuk dibuka sesuai SOP Polda Jawa Timur demi keamanan dan kenyamanan penonton. (uzi/mar)








