Jemaah Indonesia di tenda wukuf
ARAFAH, BANGSAONLINE.com – Sebanyak 300 jemaah haji Indonesia akhirnya dievakuasi. Itu akibat sejumlah tenda jemaah calon haji Indonesia roboh dihantam angin kencang. Kejadian itu menimpa Maktab Maktab 8, Arafah. Diperkirakan, kecepatan angin yang melanda Arafah pukul 20.00 Waktu Arab Saudi (WAS) kemarin mencapai 19 kph.
Namun dipastikan, kejadiantersebut tidak mengganggu kelancaran ibadah wukuf jamaah dari Indonesia. Penegasan tersebut disampaikan oleh Kasubag Informasi Haji, Affan Rangkuti, seperti dilansir Okezone, siang ini.
BACA JUGA:
- Mengapa Dam Haji Tidak Bisa Dipindahkan ke Indonesia
- Kemenhaj Tegaskan Larangan Jemaah Haji Ikut Ziarah dan City Tour Sebelum Puncak Armuzna
- Cuaca Musim Haji 2026 Hari Ini: Makkah Tembus 41 Derajat, Kelembapan Madinah Cuma 14 Persen
- Tanggung Akomodasi CJH ke Asrama Haji Surabaya, Komisi VIII DPR RI Apresiasi Pemprov Jatim
Affan Rangkuti menjelaskan, tenda di pemondokan roboh karena Arab Saudi sedang dilanda cuaca cukup ektrim berupa angin kencang. Saat peristiwa terjadi pada 22 September malam, jemaah Indonesia sedang dalam perjalanan dari Makkah ke Arafah.
"Saat kejadian jemaah kita belum sampai di Arafah. Saat itu mereka masih dalam perjalanan. Kita berangkat tanggal 22 itu tiga shift, pukul 08.00, 12.00, dan 16.00 waktu Arab Saudi," papar Arfan di kantor Kemenag Jalan Lapangan Banteng, Rabu (23/9/2015).
"Menag sudah tinjau keadaan tenda yang roboh. Kalau rombongan JKG datang dan ketika ditinjau tendanya belum didirikan. Sehingga dipinjamkan tenda dari Muassasah Asia Tenggara untuk maktab 8 dan 9," terang Affan.
Saat ini, lanjut Affan, jemaah haji Indonesia telah sampai di Arafah. Jemaah sedang melakukan persiapan wukuf yang akan dimulai Rabu pukul 10.30 - 12.15 waktu Arab Saudi. Sementara perbedaan waktu antara Indonesia dan Arab Saudi adalah empat jam.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




