Pengujian paparan asbes yang dilakukan YLPK Jatim.
Berdasarkan penggunaan atap asbes tersebut, sebanyak 100 responden semua menjawab bahwasanya tidak mengalami gangguan kesehatan dalam waktu pemakaian atap asbes.
Oleh sebab itu, YLPK Jatim akhirnya melakukan eksperimen terhadap paparan asbes di udara dalam ruangan, dalam proses kegiatan Eksperimen Pengujian Paparan Asbes di udara dalam ruangan tersebut dengan cara pengambilan sampel oleh Tim Ahli dari Universitas Indonesia, dan Tim Ahli dari UPT Keselamatan kerja Disnakertrans Jatim untuk dihancurkan dalam suatu ruangan tertutup, dan kemudian diukur kadar asbes di udara dengan tujuan apakah di bawah nilai ambang batas atau sebaliknya.
Hasil dari kegiatan Eksperimen Pengujian Paparan Asbes di udara dalam ruangan tersebut juga bertujuan untuk lebih meyakinkan masyarakat konsumen tentang jaminan keamanan, dan kenyamanan dalam menggunakan produk barang atap berbahan asbes. Untuk kemudian disebarluaskan kepada masyarakat konsumen pada umumnya.
Sjahrul Meizar Nasri selaku tim penguji ekperiment memberikan penjelasan, “Setelah proses pengambilan sampel oleh tim ahli, maka untuk menguji paparan debu asbes di udara dalam ruangan, memberikan informasi pencerahan terkait proses-proses dalam pengambilan sampel dan teknis dari pengujian Paparan Asbes di udara dalam ruangan. Hasil dari kegiatan Eksperimen Pengujian Paparan Asbes di udara dalam ruangan tersebut jelasnya.” ujarnya.
Penjelasan ditambahkan, “Hasil uji itu membutuhkan waktu 8 (delapan) jam. Apapun hasil dari kegiatan tersebut nantinya akan dipublikasikan untuk membuktikan apakah dalam penggunaan produk asbes dapat mengakibatkan gangguan kesehatan seperti asbestosis, atau seratus pesen aman.” (rus/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




