Camat Kendit dan warga saat bergotong royong memperbaiki Dam Siguwo di Dusun Secangan, Desa Tambakukir.
SITUBONDO, BANGSAONLINE.com - Ratusan warga terdampak banjir di Kecamatan Kendit harus rela bersabar lantaran pemerintah daerah setempat belum melakukan perbaikan karena terbatasnya anggaran.
"Dana (anggaran) belum ada, masih proses," kata Sekdakab Situbondo, Wawan Setiawan, kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (4/3/2025).
BACA JUGA:
- DPRD Situbondo Sahkan Perda KTR dan Penataan Desa: Lindungi Kesehatan Tanpa Matikan Ekonomi
- Rapat Paripurna LKPJ Bupati Situbondo 2025 Hasilkan 21 Rekomendasi Strategis
- Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi Daerah, DPRD Situbondo Godok Raperda Insentif Investasi
- DPRD Situbondo Cabut 22 Perda dan Sahkan 4 Raperda Baru
Hal senada juga diungkapkan Kalaksa BPBD Situbondo, Sruwi Hartanto. Ia mengatakan bahwa penanggulangan dampak banjir masih sangat minim, karena tidak ada anggaran.
"Dari dana APBD Kabupaten yang di kami minta dari dana BTT, kami diberi anggaran untuk operasional, yang diajukan ke provinsi, dananya belum cair, dalam proses," akunya.
Sruwi menyatakan belum bisa memastikan perbaikan 118 rumah yang rusak akibat banjir. Hingga saat ini, warga terdampak masih tinggal sementara di rumah keluarga, bahkan ada yang menyewa.
"Kami akan mendatangi lagi Dinas Cipta Karya dan Permukiman Jawa Timur, ingin meminta bantuan, semoga ada peluang untuk dapat bantuan perumahan," tuturnya.
Sebelum dana cair, BPBD Situbondo melakukan perbaikan sarana prasarana rusak dengan sistem gotong royong.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




