Sertijab Bupati Mojokerto.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - DPRD Kabupaten Mojokerto menggelar paripurna Sertijab atau serah terima jabatan kepala daerah terpilih, Muhammad Al Barra atau yang akrab disapa Gus Barra sebagai Bupati dan Muhammad Rizal Oktavian sebagai wakilnya, Rabu (5/3/2025).
Agenda ditandai penandatanganan serah terima jabatan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko mewakili Bupati Mojokerto periode sebelumnya, dengan Bupati Mojokerto periode 2025-2030, Gus Barra.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Survei Kinerja Satu Tahun Bupati Gus Bara-Wabup Mas Rizal, 85,4% Masyarakat Puas, Alasannya?
- Dinobatkan Jadi Juara Umum, Bupati Mojokerto Apresiasi Atlet Loncat Indah
- Bupati Mojokerto Resmikan Media Center untuk Wartawan
Sertijab ini disaksikan langsung oleh Gubernur Khofifah, Forkopimda Kabupaten Mojokerto, pimpinan dan anggota DPRD, kepala OPD, dan camat se-Kabupaten Mojokerto.
Dalam pidato pertamanya sebagai Bupati Mojokerto terpilih menegaskan komitmen pemerintahan baru untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai program strategis. Rapat paripurna perdana ini menjadi titik awal bagi pelaksanaan program-program yang telah direncanakan, dengan fokus pada kemitraan yang kuat antara pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
"Perjalanan panjang kontestasi pemilihan kepala daerah telah mendewasakan demokrasi di Kabupaten Mojokerto. Perbedaan pandangan ini adalah anugerah yang memperkuat pondasi kita untuk maju," ujarnya.
Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini mengajak semua pihak untuk bersatu dalam mencapai visi "Catur Abhipraya Mubarok", yang merupakan cita-cita luhur untuk menjadikan Kabupaten Mojokerto lebih maju, adil, dan makmur. Misalnya dalam bidang kesehatan, pihaknya menyoroti pentingnya peningkatan cakupan kepesertaan BPJS yang telah mencapai 98,80% atau sebesar 1.139.061 jiwa, namun hanya 73,83% yang aktif.
"Kami meminta dukungan DPRD agar anggaran perubahan APBD 2025 dapat digunakan untuk mengaktifkan sisa peserta yang belum aktif," tambahnya.
Di bidang pendidikan, Bupati berkomitmen untuk memastikan tidak ada gangguan dalam proses belajar mengajar akibat kerusakan gedung sekolah, serta berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan guru.
"Insentif bagi guru TPQ juga akan ditingkatkan menjadi 1,2 juta per tahun melalui P-APBD 2025," ungkapnya.
Bidang penanganan pasca bencana juga menjadi fokus utama pemerintahan barunya. Gus Barra menekankan pentingnya rehabilitasi perumahan dan infrastruktur lainnya serta mengadakan rapat koordinasi untuk penanganan banjir permanen dan kekurangan air bersih di beberapa wilayah.
"Untuk itu, penyusunan RPJMD 2025-2029 sebagai arah kebijakan lima tahun ke depan juga menjadi prioritas utama yang memerlukan dukungan semua pihak," jelasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




