Ratusan Massa Demo Dispendik Situbondo, Pengadaan Seragam Batik Siswa Diduga Sarat Korupsi

"Jika ditotal dana yang terkumpul dari penjualan seragam batik itu mencapai sekitar Rp 4,5 miliar. Padahal kualitasnya cukup jelek jika dibandingkan dengan harga di pasaran. Harga kain batik yang terlalu mahal itu juga banyak dikeluhkan para wali murid. khususnya para wali murid yang ekonominya pas-pasan. Ini jelas sarat dengan penyimpangan," teriak Anang Sugik, salah seorang orator demo.

Sementara itu, H Syamsul Arifin, Sekretaris Dispendik Situbondo saat menemui perwakilan massa bersama Kabid Dikmen Agus HP, membantah jika pihak Dispendik mengeluarkan telah rekomendasi pembelian seragam batik. Menurutnya, Dispendik hanya mengeluarkan rekomendasi jadwal penggunaan seragam batik oleh siswa di sekolah-sekolah di Situbondo.

"Kalau soal pengadaannya, itu dilakukan seorang pengusaha yang datang menawarkan barang. Selain harganya yang cenderung lebih murah, siswa juga diperbolehkan mencicil. Jadi bukan dinas yang berjualan," tepis Syamsul Arifin.

Namun, Syamsul tidak menjelaskan kepada perwakilan massa siapa pengusaha yang melakukan pengadaan seragam batik untuk siswa tersebut. Bahkan, Syamsul mengaku lupa nama pengusaha dan nama CV yang digunakannya.


// Ganti skrip ShareThis lama di bagian bawah file dengan ini: