H. Yusuf Hidayat, Sekjen Baguss. Foto: Ist.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Belakangan ini muncul narasi negatif secara massif di media sosial yang membandingkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Ironinya, yang dibandingkan hanya terkait kebijakan KDM membebaskan pajak kendaraan bermotor. Padahal, karakteristik masalah antara Jatim dan Jabar jelas berbeda. Demikian pula sosiologi dan demografinya.
BACA JUGA:
- Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Kapolri dan Khofifah Ziarah ke Makam Bung Karno dan Gus Dur
- Bongkar Ratoon Perkuat Produktivitas Tebu Nasional
- Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Gubernur Khofifah dan 1.125 Warga Angkut 10 Ton Sampah di Surabaya
- Khofifah Pantau Stok Bahan Pokok di Pasar Bojonegoro, Sejumlah Komoditas Terpantau Naik
Menurut H. Yusuf Hidayat, Sekjen Barisan Gus dan Santri (Baguss), tidak fair dan tidak apple to apple kalau membandingkan Khofifah dengan KDM.
Sebab, Khofifah sudah bekerja 5 tahun ke belakang dan saat ini melanjutkan pengabdiannya untuk periode kedua. Sementara KDM baru memulai bekerja di awal jabatannya.
"Bu Khofifah itu sudah bekerja dan berhasil membangun Jatim dengan berbagai prestasinya. Sementara KDM baru memulai, masih harus dilihat 5 tahun ke depan lagi," terang pria yang akrab disapa Gus Yusuf itu, dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025).
Alumni santri Tebuireng Jombang ini menguraikan sekelumit deretan panjang prestasi Khofifah selama memimpin Jawa Timur. Di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jawa Timur yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




