"Langkah berikutnya adalah menunggu hasil uji laboratorium untuk melihat kandungan air. Saat ini sampel dibawa ke laboratorium di Mojokerto untuk diperiksa. Kami tunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menyimpulkan (asal cemaran),” paparnya.
Ia memperkirakan, hasil pengujian air akan keluar dalam 2 minggu ke depan. Kedatangan tim ke Desa Plosolor, Kecamatan Plosoklaten, memang untuk menindaklanjuti aduan pencemaran air sumur warga.
Terkait dugaan pencemaran yang berasal dari limbah blotong di perkebunan PT SGN MKSO Tebu Kebun Dhoho, Putut mengaku belum bisa memastikannya, karena harus menunggu hasil uji laboratorium hingga pengujian tanah yang jadi lokasi pembuangan limbah.
Terlepas dari hasil pengujian, ia menyebut pihaknya juga memikirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih.










