Jagung hasil panen
SUMENEP,BANGSAONLINE.com - Petani jagung di Sumenep harus gigit jari lantaran harga jagung yang dibeli pemerintah seharusnya sebesar Rp5.500 per kilogram, tetapi di lapangan hanya Rp4.500 per kilogram.
Salah satu petani dari Desa Pekandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Ahmadi mengatakan harga jagung saat ini sudah sedikit membaik dibandingkan dengan bulan puasa lalu yang turun drastis hingga Rp 4.200 per kilogram.
BACA JUGA:
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
- 1.356 CJH Sumenep Berangkat ke Tanah Suci, Wabup Ingatkan Cuaca Ekstrem di Makkah
- YBM PLN Salurkan Bantuan Ternak Kambing untuk Buruh Serabutan di Sumenep
- Sambut Musim Tanam Tembakau, Petani Sumenep Mulai Semai Bibit, Harga Capai Rp50 Ribu per Ikat
"Memang harga sudah sedikit membaik, tapi tidak tepat waktunya. Banyak jagung sudah terlanjur dijual dengan harga lebih rendah," ungkapnya, Minggu (20/4/2025).
Fenomena harga jagung yang anjlok pasca panen raya ini menjadi masalah tahunan.
Kondisi tersebut, petani tidak bisa berbuat banyak karena pasokan jagung yang melimpah.
"Dengan harga itu kami tidak bisa apa-apa, kita hanya sebagai penjual, yang beli pedagang," ujar Ahmadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




