Tim Raimas Kalam Munyeng Satuan Samapta Polres Gresik saat mengamankan sopir dan truk pengangkut besi di Kabupaten Lamongan. Foto: Ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Polres Gresik berhasil menggagalkan dugaan penyelewengan pengiriman besi yang diangkut sebuah truk, di wilayah Kecamatan Cerme, Rabu (24/4/2025) dini hari.
Tindak kejahatan ini terbongkar setelah Polres Gresik mendapatkan pengaduan dari korban melalui layanan call center Lapor Kapolres.
BACA JUGA:
- Respons Aduan Warga, Polres Gresik Razia Warung Miras di Lowayu
- Perkuat Keamanan Objek Vital Nasional JIIPE Serahkan Kantor Kepolisian Khusus Kawasan
- Komplotan Maling HP di Warkop Gresik Dibekuk, Satu Penadah Ikut Diamankan
- Perahu Pengangkut Besi Tua Tenggelam di Perairan Pelabuhan Gresik, Satu Tewas Dua Hilang
Dari pengaduan itu, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menerjunkan Tim Raimas Kalam Munyeng Satuan Samapta Polres Gresik untuk memburu terduga pelaku.
Rovan mengungkapkan, pengaduan itu datang dari R, pemilik PT Kui Xin Baja yang beralamat di Jalan MH Thamrin Kavling 29, Cikokol, Tangerang, Banten, pada Selasa (22/4/2025).
Korban memesan 500 batang pipa jenis 1 1/2 × 3,0 x 6 meter (OD 48) senilai kurang lebih Rp200 juta dari PT Perjuangan Steel, di Margomulyo, Surabaya. Barang tersebut rencananya dikirim ke pabriknya di Kendal, Jawa Tengah.
Namun, pada malam hari sekira pukul 20.00 WIB, R mendapat informasi bahwa truk pengangkut pipa justru berhenti dan menurunkan sebagian muatan di daerah Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik.
"Merasa ada kejanggalan, korban segera melapor ke call center Lapor Pak Kapolres di Polres Gresik pada pukul 21.00 WIB," ungkapnya.






