Plt Bupati Gresik, Asluchul Alif, didampingi Sekda Achmad Washil Miftahul Rachman dan pejabat Forkopimda saat memberangkatkan peserta Culture and Tradition Eid Adha 2025. (Ist)
Disampaikan Alif, kegiatan seperti ini tidak hanya penting untuk melestarikan budaya lokal, tetapi juga menjadi pemicu tumbuhnya sektor peternakan rakyat, khususnya kambing yang memiliki potensi besar di Gresik.
“Melalui kreativitas masyarakat, kita bisa melihat bagaimana tradisi mampu menjadi pemicu tumbuhnya perternakan rakyat dan penggerak ekonomi,” tutur Wabup Gresik ini.
Selain itu, tambah Alif, kegiatan ini tidak hanya sekadar hiburan, namun arak-arakan kambing juga menjadi ajang promosi dan edukasi bagi para peternak lokal.
“Kami bangga karena beberapa peserta Culture and Tradition Eid Adha 2025 berasal dari kelompok peternak yang memanfaatkan momentum Iduladha untuk memperkenalkan kualitas hewan ternak mereka kepada masyarakat luas,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Gresik, Eko Anindito Putro, menyampaikan pihaknya mengapresiasi antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan ini.
“Kami terima kasih kepada para pesert yang berkontribusi kepada Kabupaten Gresik,” ucapnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan promosi peternakan unggul Kabupaten Gresik. Peserta Culture and Tradition Eid Adha 2025 ada 300 ekor kambing. Kegiatan ini mengadopsi lari-lari kecil (sa'i) umat muslim yang menjalankan ibadah haji,” ucapnya.
Ada 3 kategori penilaian, yakni kelas ekstrim, kelas pejantan unggul, dan kelas unik.
“Semoga para peserta mendapatkan ridho Allah SWT. Semua peserta Culture and tradisional Ied Adha Qurban Runner Kalitutup, Sukodono 1K tahun 2025 mendapatkan tropi dari panitia,” pungkasnya. (hud/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




