JEMBER,BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Jember bergerak cepat dalam merespons kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Meski pasokan BBM terganggu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
BACA JUGA:
- Akal-akalan Barcode BBM Subsidi Terbongkar, 5 Tersangka Dibekuk Polres Probolinggo Kota
- Pertamina Ajak Masyarakat Awasi Distribusi BBM dan LPG Subsidi
- Polres Probolinggo Tangkap 7 Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi di Lima Lokasi
- Polresta Sidoarjo Amankan 845 Liter Pertalite Diduga Ditimbun untuk Dijual Ilegal
Kelangkaan ini disebabkan oleh keterlambatan distribusi BBM ke Jember, menyusul penutupan sementara jalur Gumitir yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi.
Sebelumnya, distribusi BBM ke Jember bergantung pada Depo Pertamina di Banyuwangi, namun kini suplai dialihkan melalui Malang dan Surabaya.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tetap berjalan optimal di tengah kondisi darurat sekalipun.
“Pelayanan kesehatan itu hak dasar masyarakat, sehingga meskipun BBM belum sepenuhnya stabil, layanan ini tidak boleh terganggu,” jelas Bupati, Selasa, (29/7/2025)
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




