Gus Fawait menambahkan bahwa salah satu langkah penting yang diambil adalah memastikan ketersediaan BBM bagi ambulans, baik milik pemerintah maupun swasta. Ambulans diberi prioritas khusus dalam pengisian BBM.
“Kami pastikan ambulans mendapat perlakuan khusus di SPBU. Ini soal nyawa dan akses terhadap layanan medis yang cepat,” ucapnya.
Ambulans menjadi moda transportasi penting dalam kondisi darurat medis, dan harus mendapat perhatian lebih dalam situasi kelangkaan BBM seperti saat ini.
“Apalagi dalam kasus-kasus mendesak yang membutuhkan penanganan cepat, ambulans tidak boleh terhambat hanya karena urusan bahan bakar,” lanjutnya.
Ia menuturkan bahwa saat ini telah terjalin kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten dan pengelola SPBU agar ambulans selalu diutamakan saat mengisi BBM, meskipun kondisi distribusi bahan bakar masih belum sepenuhnya pulih. (nga/yud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




