Konferensi pers Polres Probolinggo dalam pengungkapan kasus penyedotan BBM bersubsidi
PROBOLINGGO,BANGSAONLINE.com - Sebanyak tujuh pelaku penyedot BBM bersubsidi jenis pertalite di lima tempat kejadian perkara (TKP) wilayah Kabupaten Probolinggo berhasil ditangkap oleh Polres Probolinggo.
Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan 45 jeriken berisi pertalite sebanyak 1.575 liter, 25 jeriken berkapasitas 25 liter, 20 barcode pengisian BBM, dua pelat nomor kendaraan, 46 stiker pelat nomor, satu pompa elektrik, lima selang plastik, serta tujuh kendaraan roda empat yang digunakan para tersangka.
BACA JUGA:
- Diduga Cabuli Santriwati, Jaksa Tuntut Pengasuh Ponpes di Probolinggo 7 Tahun Penjara
- Jelang Idul Adha 2026: Harga BBM Stabil
- Viral Mobil di Atas 1.400 cc Dilarang Isi Pertalite Mulai 1 Juni, Pertamina Buka Suara
- Judi Sabung Ayam dan Domino Digerebek di Belakang Rumah Kades, Pemkab Probolinggo Turun Tangan
Kapolres Probolinggo AKBP Wahyudin Latif saat rilis menyampaikan, terdapat lima lokasi penangkapan dari tujuh tersangka.
Lokasi tersebut berada di pinggir jalan Paiton Desa Sumberrejo, halaman kosong Desa Kebonagung Kraksaan, pinggir jalan Glagah Pakuniran, serta Jalan Raya Probolinggo–Situbondo Desa Pajurangan Gending.
“Tersangka pertama atas nama YP warga Desa Sogaan Pakuniran, kemudian JE warga Desa Triwungan, NH warga Desa Kotaanyar, JM warga Desa Sidorejo Kotaanyar, AH warga Desa Bucor Kulon Pakuniran, NF warga Desa Liprak Kulon, serta AF warga Desa Karanganyar Paiton,” ujar AKBP Wahyudin Latif, Jumat (24/4/2026).
Ia menjelaskan, para pelaku memindahkan BBM jenis pertalite dari tangki kendaraan ke dalam jeriken menggunakan selang atau pompa elektrik yang telah dipersiapkan sebelumnya.
“Kemudian para pelaku membeli atau mendapatkan pertalite tersebut dengan barcode. Mereka juga berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya,” terangnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




