Ilustrasi. Foto: Ist
Ketika peluang OMC rendah dan indeks kebakaran tinggi, strategi darat seperti patroli, pengamanan titik rawan, serta edukasi masyarakat menjadi sangat penting. BMKG mendorong pemerintah daerah menyusun kalender risiko berdasarkan iklim lokal dan menerapkan pendekatan adaptif berbasis data.
“Strategi terpadu mutlak agar risiko karhutla menurun di musim kemarau panjang,” ucap Dwikorita.
BMKG mencatat efektivitas OMC yang telah dilaksanakan bersama BNPB dan TNI AU di sejumlah provinsi mencapai 85-100 persen, seperti titik panas di Riau turun dari 173 menjadi nol dalam sepekan.
Lalu, Sumatera Barat juga mencatat penurunan signifikan, dan tanah menjadi lebih lembab berdasarkan indikator tinggi muka air tanah.
BMKG berkomitmen untuk terus menyediakan analisis cuaca dan peringatan dini guna mendukung kebijakan pencegahan karhutla yang lebih presisi dan berdampak langsung. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




