Acara pembukaan Asesmen Lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) untuk program Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Senin (4/8/2025). Foto: MMA/bangsaonline
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com- Universitas KH Abdul Chalim (UAC) kembali menggelar Asesmen Lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), Senin (4/8/2025). Kali ini untuk program sarjana (S1) Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah.
Acara yang berlangsung di Gedung Pascasarjana UAC itu dihadiri dua asesor. Yaitu Dr Rasiman, MPd dari Universitas PGRI Semarang dan Prof Dr Purwanto dari Universitas UIN Raden Mas Said Surakarta.
BACA JUGA:
- Siap Tanggung Konsumsi Muktamirin, Kiai Asep Persilakan Amanatul Ummah Ditempati Muktamar ke-35 NU
- Jarang Orang Kaya Dermawan, Ketua PWNU DKI Jakarta: Jadilah Orang seperti Kiai Asep
- Dahlan Iskan Pernah Tak Naik Kelas karena Sibuk Manggung Ikut Orkes
- Keren! Bahas Financial Freedom, Dahlan Iskan Tampil Energik di Depan Santri MBI Amanatul Ummah
Acara itu dihadiri langsung Prof Dr KH Asep Saifuddin Challim, MA, pendiri sekaligus pembina UAC. Selain Kiai Asep juga hadir Rektor UAC Dr KH Mauhibur Rakhman (Gus Muhib), Direktur Pascasarjana UAC Dr Afif Zamroni, Syaikh Ahmad Muhammad Mabruk Al Husseini asal Mesir, Syaikh Shodiq dari Sudan, Wakil Rektor UAC Dr Fadly Usman, Dr Affan, dan Dr Zakaria Muhtadi
Juga hadir sejumlah guru besar, antara lain: Prof Dr Abdul Haris, Prof Dr Tauchid Noor, Prof Dr Husein Aziz, Prof Dr Agus Sholahuddin, dan para civitas akademika UAC.
“Juga hadir tokoh Muhammadiyah, Dr Achmad Rubaie yang pernah menjadi anggota DPR RI,” kata Kiai Asep Saifuddin Challim saat sambutan membuka acara tersebut. Achmad Rubaie yang juga Ketua Harian PAN Jawa Timur datang bersama Ahmad Fachruddin, pengurus PAN Jatim.
Kiai Asep terang-terangan menargetkan semua program UAC unggul, termasuk program Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Menurut dia, program unggul itu akan mempermudah terealisasinya universitas bertaraf internasional.
Menurut Kiai Asep, dana operasional dan pengembangan infrastruktur atau gedung kampus bukan dari kekayaan kampus. Tapi masih dari uang pribadi. Apalagi banyak mahasiswa UAC yang beasiswa dari uang pribadi Kiai Asep.
“Saya bukan orang kaya. Tapi ada buku berjudul Kiai Miliarder Tapi Dermawan. Penulisnya juga hadir,” kata Kiai Asep yang disambut tawa para undangan.

Kiai Asep bercerita bahwa ia mendirikan UAC dengan mengabadikan nama KH Abdul Chalim sebagai bentuk birrul walidain. Karena itu Kiai Asep banyak memberikan beasiswa, termasuk kepada mahasiswa dari luar negeri.
Kiai Asep mengundang mahasiswa asing kuliah di UAC juga dalam rangka pengembangan universitas internasional. “Dulu banyak, dari 11 negara. Tapi karena Covid mereka pulang, Sekarang ada dari Filipina, Thaland, Vietnam dan lainnya,” tutur Kiai Asep.
Rektor UAC Gus Muhib juga menegaskan bahwa pesan dari Kiai Asep tidak ada alternatif lain selain harus mendapat akredittasi unggul. Karena itu ia berharap asesmen itu sesuai harapan Kiai Asep.
Ia mengakui bahwa dana hibah memang kosong di UAC. “Karena ya itu tadi, kiai miliarder itu,” tegas menantu Kiai Asep itu disambut tawa para dosen dan asesor.
Bahkan, menurut Gus Muhib, Kiai Asep mengharamkan minta-minta sumbangan. “Kayaknya kita tak punya marwah kalau minta-minta bantuan,” kata Gus Muhib mengutip pernyataan Kiai Asep.
“Beliau punya komitmen, dari pada meminta lebih baik kita memberi,” tutur alumnus Universitas Al Azhar itu seraya mengatakan bahwa semua pembangunan gedung dibiayai dari uang pribadi Kiai Asep
Terkait jaringan internasional, Gus Muhib kepada BANGSAONNLINE mengungkapkan bahwa respons para pimpinan universitas di berbagai negara sangat positif.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




