UAC Target Akreditasi Unggul Semua Program, Kiai Asep Ditunggu Baghdad, Jordan dan Tunisia

UAC Target Akreditasi Unggul Semua Program, Kiai Asep Ditunggu Baghdad, Jordan dan Tunisia Acara pembukaan Asesmen Lapangan Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) untuk program Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Universitas KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Senin (4/8/2025). Foto: MMA/bangsaonline

“Sekarang abah (Kiai Asep) dan saya ditunggu Jordan, Tunisia dan Baghdad,” kata Gus Muhib.

Menurut Gus Muhib, para pimpinan perguruan tinggi dunia itu menagih kunjungan Kiai Asep karena mereka sudah pernah ke Amanatul Ummah.

“Mereka tanya kapan berkunjung,” kata Gus Muhib.

Bahkan, tutur Gus Muhib, khsusus Kiai Asep dan Gus Muhib mereka siap membiayai perjalanan sejak berangkat sampai pulang ke Indonesia.

Gus Muhib inilah yang selama ini banyak berkomunikasi dengan para pimpinan perguruan tinggi di berbagai negara. Catatan BANGSAONLINE, Kiai Asep, Gus Muhib, Nyai Alif Fadhilah (istri Kiai Asep) dan Dr Fadli Usman pernah berkunjung ke perguruan tinggi di Maroko,Thailand, Mesir, Brunei, dan beberapa negara lainnya.

Yang juga menarik, dalam acara pembukaan asesmen lapangan LAMDIK itu, tokoh Muhammadiyah Jawa Timur Achmad Rubaie mengaku sebagai muhibbin Kiai Asep.

“Saya ini muhhibbin Pak Kiai Asep,” kata Achmad Rubaie yang disambut tawa peserta pembukaan asesmen.

Rubaie mengaku menjadi pecinta dan pengagum Kiai Asep bukan semata karena ketokohan dan kemampuan akademik serta kedalaman ilmu agamanya tapi juga karena doa-doanya yang mustajab.

Menurut dia, acara asesmen program pendidikan guru madrasah Ibtiidaiyah ini sangat penting karena sekarang ada upaya membubarkan pondok pesantren dan menghapus pelajaran agama dari sekolah.

“Saya baca di BANGSAONLINE Luthfi Asy-Syaukani mengusulkan agar pondok pesantren dibubarkan dan pelajaran agama dihapus karena dianggap tidak relevan dengan kebutuhan bangsa. Sekarang jadi sangat relevan pelajaran agama itu harus diteguhkan. Karena itu harus terakditasi unggul gemuk,” tegas mantan anggota DPRD Jatim dan DPR RI itu.

Achmad Rubaie yang juga Ketua PW Pencak Silat Tapak Suci Muhammadiyah Jawa Timur itu dalam pidatonya juga sangat fasih membaca shalawat dengan menyebut Sayyidina Muhammad.

Seperti diberitakan BANGSAONLINE, Kiai Asep punya obsesi besar tentang pendidikan Indonesia. Pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Mojokerto itu menginginkan Indonesia memiliki perguruan tinggi kelas dunia atau bertaraf internasional.

Tak tanggung-tanggung. Kiai miliarder tapi dermawan itu ingin Indonesia memiliki perguruan tinggi setara Universitas Al Azhar Mesir, Universitas Al Qorawiyyin Maroko dan Universitas Zaitunah Tunisia.

“Masak kita kalah dengan Yaman,” kata Kiai Asep kepada BANGSAONLINE.

“Dan kita bisa. Mesir itu secara ekonomi masih kalah dengan kita. Tapi karena punya universitas Al Azhar jadi lebih tinggi dari kita,” kata putra KH Abdul Chalim, salah seorang kiai pendiri NU dan pejuang kemerdekaan RI yang pada 10 November 2023 dianugerahi gelar pahlawan nasional.

Karena itu Kiai Asep berharap program Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah itu mendapat akreditasi unggul. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO