Bupati Kediri saat memberi sambutan. Foto: Ist
"Saya juga mendorong koperasi ini membuka ruang kolaborasi tidak hanya dengan BUMN, tapi juga dengan BUMDes, koperasi lain yang ada di desa (yang telah eksis), BUMD termasuk juga pelaku UMKM," kata Bupati Kediri.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri, Santoso, menegaskan bahwa tata kelola yang baik menjadi dasar agar koperasi bisa berjalan lancar dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian di tingkat desa.
“Koperasi bisa berjalan dengan tertib, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta mensejahterakan anggota dan masyarakat di desa masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan kapasitas seperti yang dilakukan dalam seminar ini penting untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan dan praktik antara koperasi yang baru bertumbuh dengan kebutuhan pengembangan usaha yang berkelanjutan.
"Total peserta dalam seminar tersebut adalah 344 orang, terdiri dari 343 pengurus koperasi desa dan satu pengurus dari kelurahan. Seminar ini tidak hanya menjadi ruang transfer informasi, tetapi juga momentum membangun jejaring antar koperasi dan BUMN, membuka peluang sinergi usaha berbasis lokal yang terstruktur," pungkasnya.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari perusahaan di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Masing-masing dari PT Pupuk Indonesia, PT Pertamina, Perum Bulog, PT Sinergi Gula Nusantara, PT Rajawali Nusindo dan PT Bank Negara Indonesia (BNI). (uji/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




