Setelah memeriksakan diri, ia didiagnosis menderita hipertensi. Meski telah mengonsumsi obat rutin, kondisinya tidak membaik dan ia harus menjalani cuci darah selama sebulan di Hongkong.
Karena kondisi kesehatannya terus menurun, ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan kembali ke Indonesia. Setiba di tanah air, Novita melanjutkan pengobatan menggunakan JKN.
Terdaftar sebagai peserta segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI), ia mendapat layanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung.
“Saat sudah di Indonesia, saya langsung berobat menggunakan JKN. Bersyukur saya sudah terdaftar JKN, saya ikuti prosedur berobat di FKTP, kemudian dirujuk ke rumah sakit. Di rumah sakit, dokter juga memberikan rekomendasi untuk cuci darah rutin sebanyak 2 kali dalam satu minggu," kata Novitasari.










