Lewat Sekolah Lapang DBHCHT, Pemkab Malang Latih Petani Tembakau Atasi Hama

Lewat Sekolah Lapang DBHCHT, Pemkab Malang Latih Petani Tembakau Atasi Hama SL atau sekolah lapang di Desa Sukorejo, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

"Ini menunjukkan bahwa minat petani untuk membudidayakan tembakau semakin meningkat dari tahun ke tahun," tuturnya.

Dalam program SL ini, petani akan mengikuti 10 kali pertemuan yang membahas teknik pengendalian hama dan penyakit. Tiga pemandu lapang disiapkan untuk berdiskusi langsung dengan petani dalam mencari solusi terbaik.

"Karena tembakau ini tanaman yang perlu ketelitian, maka pengendalian hama dan penyakit harus dilakukan secara cermat dan kolaboratif," kata Avicenna.

Ia juga menekankan, tembakau menjadi pilihan menarik bagi petani, terutama saat musim kemarau, karena nilai jualnya lebih tinggi dibanding komoditas lain seperti padi.

"Saat air berkurang dan tidak memungkinkan menanam padi, banyak petani yang mengalihkan lahannya untuk tembakau," ucapnya.

Sementara itu, para petani di Kecamatan Gondanglegi menyebutkan bahwa hama yang sering menyerang tanaman tembakau adalah ulat dan belalang, sedangkan penyakit yang kerap muncul adalah layu fusarium. (adv/dad/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Pemkab Malang dan Bea Cukai Musnahkan 3,2 Juta Batang Rokok Ilegal':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO