“Saat itu tentu bersyukur karena saya sudah membayar iuran. Jadi status kepesertaan aktif, dan istri saya dapat menjalani perawatan dengan tenang tanpa memikirkan biaya. Inilah yang selalu saya bilang ke orang-orang sekitar, jangan anggap enteng bayar iuran JKN," kata Dika.
Ia menekankan, menunda pembayaran bisa berakibat fatal. Ketika sakit datang tiba-tiba, status kepesertaan yang tidak aktif justru menambah beban pikiran dan biaya.
“Hari ini sehat, belum tentu besok sehat. Jadi jangan menunggu sakit dulu baru bingung membayar iuran. Kalau sewaktu-waktu butuh ternyata status kepesertaan tidak aktif, malah nanti tambah repot," tuturnya.
Dika juga memahami bahwa Program JKN bukan sekadar jaminan kesehatan, melainkan gerakan sosial berbasis gotong royong. Iuran yang dibayarkan setiap bulan turut membantu peserta lain yang sedang membutuhkan layanan kesehatan.










