“Saya pernah menjumpai pasien yang masih bersekolah di SMA, umurnya sekitar 16 tahun, gula darahnya mencapai angka 400 lebih. Angka itu sudah sangat tinggi dibandingkan kadar gula darah normal pada usianya, kondisi ini mengharuskan dia menjalani pengobatan rutin,” ungkapnya, Kamis (11/9/2025).
Menurut Emi, pola konsumsi makanan cepat saji, minuman kemasan, jarang berolahraga, hingga kebiasaan begadang membuat generasi muda rentan terkena DM maupun HT.
“Setelah saya menanyakan kepada pasien tersebut terkait pola hidupnya, ternyata dia gemar mengkonsumsi minuman dalam kemasan hampir setiap hari, serta makanan cepat saji. Kita tahu bahwa kandungan gula pada minuman ini sangat tidak terukur,” jelasnya.
Emi mengingatkan, gejala penyakit kronis sebenarnya bisa dikenali lebih awal.










