Acara launching buku Kiblat Dunia Islam dan Peradaban Dunia ditandai dengan penyerahan buku secara simbolik oleh M. Mas'ud Adan kepada para tokoh dan ulama Banten. Tampak Tampak Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim (paling kiri), M. Mas'ud Adnan (paling kanan), Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah (nomor tiga dari kanan), Ketua MUI Banten, KH Bazari Syam (nomor empat dari kanan), Ketua KPU Provinsi Banten Mohamad Ihsan (nomor dua dari kanan), Ketua PWNU Banten KH Hafis Gunawan (nomor empat dari kiri), M. Mas'ud Adnan (paling kanan) dan tokoh lainnya di Pendopo Gubernur Banten, Rabu (24/9/2925). Foto: bangsaonline
Menurut Mas'ud, Kiai Asep menilai ekonomi Indonesia jauh di atas Mesir dan Yaman.
"Tapi kenapa pendidikan tinggi Islamnya kita kalah jauh dengan Mesir, Yaman, Maroko dan Tunisia. Kata Kiai Asep, Mesir punya Universitas Al Azhar, Tunisia punya Universitas Az-Zaituna (Ez-Zitouna University), Yaman memiliki Universitas Al-Ahgaff, dan Maroko punya Al-Qarawiyyin,” tambah Mas’ud Adnan.
Karena itu Kiai Asep kini berusaha untuk mengembangkan Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto Jawa Timur sebagai perguruan tinggi global atau internasional.
"Kata Kiai Asep, kalau kita kalah dengan Mesir masih wajar, tapi kalau kita kalah dengan Yaman, kok aneh," kata Mas'ud Adnan lagi.
Berbagai perguruan tinggi Islam itu telah mengharumkan nama negara-negera tersebut. Bahkan juga sekaligus mempopulerkan nama negaranya.

M.Mas'ud Adnan menyerahkan buku Kiblat Dunia Islam dan Peradaban Dunia kepada Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah di Aula Pendodo Gubernur Banten, Rabu (24/9/2925). Foto: bangsaonline
Karena itu Kiai Asep berpikir keras untuk mengangakat pendidikan tinggi Islam Indonesia ke tataran global atau dunia.
“Dan Kiai Asep menemukan solusinya. Yaitu dengan cara memberikan beasiswa kepada mahasiswa asing atau luar negeri. Jadi beliau melakukan perjalanan ke luar negeri selain untuk menjalin kerjasama denggan berbagai perguruan tinggi di luar negeri juga untuk menawarkan beasiswa. Hebatnya, dana beasiswa itu dari uang pribadi beliau,” tutur Mas’ud Adnan.
M. Mas’ud Adnan selama ini popular sebagai wartawan. Ia CEO HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com yang berkantor di Jl Cipta Menanggal I nomor 35 Surabaya.
Ia banyak menulis tentang NU dan Gus Dur. Bukunya yang sudah terbit, antara lain: Presiden Dur yang Gus Itu (2000), Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura (2010), Sunan Gus Dur, Akrobat Politik ala Nabi Khidir (2011), dan beberapa tulisan lainnya.
Acara launching buku itu juga dihadiri para tokoh dari Jawa Timur. Antara lain Ketua PW Pencak Silat Tapak Suci Jawa Timur, Dr Achmad Rubaie, Staf Khusus Kemendes Dr KH Afif Zamroni, Pengurus PW PAN Jatim Mohammad Fachruddin, Sekjen Jaringan Kiai Santri Nasional Muhammad Ghofirin, Habib Syarief Hassan dan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




