SIDOARJO,BANGSAONLINE.com -Anggota DPD RI, Dr Lia Istifhama menjenguk para korban selamat tragedi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny yang kini dirawat di RS Siti Hajar, Kamis (2/9/2025)
Ia mengatakan, trauma healing atau pendampingan psikologis intensif mutlak diberikan, agar para santri tidak mengalami dampak psikologis jangka panjang.
BACA JUGA:
- Kasus Kematian Kades Buncitan Terungkap
- Mayat Tanpa Identitas Gegerkan Warga Prambon Sidoarjo, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Satlantas Polresta Sidoarjo Terjunkan Petugas Pendamping di Samsat, Urus Pajak Kendaraan Kini Lebih
- Ingat Proses Perjuangan Sulit, Anggota DPD RI Lia Istifhama Enggan Khianati Amanah Masyarakat
“Anak-anak ini luar biasa, mereka punya ketegaran dan resiliensi yang sangat tinggi. Namun di balik itu, kita tidak boleh menutup mata. Mereka tetap anak-anak yang baru saja menghadapi pengalaman traumatis. Maka, pendampingan psikologis sangat penting agar luka batin ini tidak terbawa hingga dewasa,” ujar Ning Lia, sapaan akrabnya.
Dalam kunjungan itu, Ning Lia menyaksikan semangat hidup para santri yang selamat, meski tubuh mereka masih dibalut perban, gips, dan selang infus.
Salah satunya Royhan (16) asal Bangkalan, yang mengalami retak tulang kaki dan tangan. Dengan senyum tipis, ia berusaha tegar di hadapan ibunya, Mayuni.
“Lihatlah, meski menahan sakit, mereka masih bisa tersenyum. Itu bentuk resiliensi yang luar biasa,” tutur Ning Lia.
Demikian pula Abdin Ramadhani (18) asal Probolinggo yang sempat mengalami mimisan dan muntah akibat gumpalan pada pembuluh darah.
Sang ibu, Munik, terus menggenggam tangannya sambil berulang kali berzikir.






