Senator Ning Lia Besuk Santri Tragedi Musala Al Khoziny yang Dirawat di RS

Senator Ning Lia Besuk Santri Tragedi Musala Al Khoziny yang Dirawat di RS

Sementara itu, Shaka Nabil (16) asal Lumajang yang mengalami cedera kepala, tampak tenang didampingi ibunya, Suparti. Meski masih pucat, ia berusaha menyapa Lia dengan lirih.

“Mereka selamat bukan hanya karena fisiknya kuat, tapi juga karena adanya dukungan emosional dari orang tua mereka. Saya kagum melihat ketegaran para ibu ini, mendampingi anak-anaknya dengan sabar tanpa menunjukkan kepanikan,” tambah .

Menurutnya, peran keluarga menjadi kunci dalam pemulihan psikologis anak-anak korban bencana. 

Pola komunikasi yang penuh kelembutan, kesabaran, dan doa yang tak putus menjadi obat paling ampuh bagi anak-anak yang sedang dalam masa penyembuhan.

“Pendampingan orang tua sangat menentukan. Anak-anak bisa pulih lebih cepat jika merasakan kasih sayang dan rasa aman dari orang tuanya. Saya kira inilah bentuk trauma healing pertama yang paling penting,” tegasnya.

Senator yang dikenal aktif dalam isu sosial dan pendidikan itu juga berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dan lembaga terkait untuk menyediakan tenaga psikolog, konselor, atau pendamping rohani yang bisa mendampingi para santri pascatragedi.

“Selain pengobatan medis, mereka butuh ruang untuk bercerita, menangis, dan didampingi secara psikologis. Saya yakin dengan penanganan yang tepat, mereka bisa bangkit kembali dan melanjutkan masa depan mereka dengan semangat baru,” kata Putri KH. Masykur Hasyim tersebut. (mdr/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Kecelakaan Karambol di Medaeng Sidoarjo, Truk Tabrak Tiga Mobil Hingga Terguling':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO