Petani binaan Petrokimia Gresik menjelaskan cara tanam dengan model smart green house dalam program Tameng. (Ist)
Selain itu, limbah sayur yang masih layak konsumsi dimanfaatkan oleh istri petani menjadi berbagai macam produk olahan seperti mie sayur, keripik sayur, dodol sayur, dan lainnya. Kelompok istri petani juga membuka warung bagi pengunjung dengan memanfaatkan hasil panen di area program Tameng.
“Khusus limbah anorganik dikelola langsung oleh Bank Sampah dan dijual kepada pengepul. Kami juga memilah limbah B3 untuk dipisahkan agar tidak berbahaya,” tutur Karmukit.
Sementara untuk meningkatkan pendapatan, tambahnya, kelompok mengembangkan lini usaha peternakan dengan budi daya domba serta budidaya ikan dan azolla. Selain itu, kelompok juga mengembangkan budi daya cacing untuk menghasilkan pupuk kascing serta cacing yang dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Juga budi daya cacing yang mampu menyerap limbah pertanian.
Petani binaan Petrokimia Gresik juga mengembangkan kawasan agrowisata sebagai sarana edukasi sekaligus rekreasi bagi masyarakat luas. Wisatawan merasakan pengalaman langsung memetik sayur dan buah segar dari kebun. Kegiatan ini dilengkapi dengan paket edukasi pertanian ramah lingkungan, pelatihan sederhana tentang budidaya hortikultura, hingga pengenalan produk olahan hasil panen.
Program Tameng yang telah dipilih oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk program closed loop, atau program kolaborasi multi-stakeholder ini juga menggandeng BUMDes Sumber Rejeki sebagai kios produk pertanian guna meningkatkan perekonomian masyarakat. Produk Agronova Vision seperti plant booster dan agensia hayati juga dijual di kios BUMDes.
“Living Lab ini menjadikan Tameng sebagai ekosistem pertanian hortikultura dari hulu hingga hilir yang mampu meningkatkan kemandirian petani, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” terang Karmukit.
Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan dan pendampingan yang diberikan Petrokimia Gresik kepada petani Tameng dari awal program ini hingga sekarang.
Petrokimia Gresik senantiasa mendorong untuk kreatif dan inovatif dalam menyelesaikan setiap tantangan.
“Berkat dukungan dan pendampingan ini, Tameng tidak hanya menjadi solusi pertanian hortikultura yang selalu dihadapkan pada problem perubahan iklim, tapi memiliki peran lebih besar lagi dalam mendukung kemajuan pertanian di tanah air dan mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (hud/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




