BANGSAONLINE.com - BMKG menerbitkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dipicu La Nina lemah dan aktivitas siklon tropis di wilayah selatan Indonesia. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa anomali cuaca ini dipengaruhi oleh perbedaan suhu antara Samudra Pasifik dan perairan Indonesia.
Meski La Nina terdeteksi, ia menegaskan dampaknya terhadap curah hujan nasional tidak signifikan. Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan tetap mengalami musim hujan dalam kategori normal.
BACA JUGA:
- BREAKING NEWS! Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Malang, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
- Tetapkan Status Siaga Darurat Kekeringan, BPBD Jember Minta Warga Hemat Air hingga Waspada Karhutla
- Prakiraan Cuaca Jember Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 23-31°C, Kecepatan Angin 6.3 m/s.
- Prakiraan Cuaca Banyuwangi Hari ini Senin, 11 Mei 2026: Suhu 24-30°C, Kecepatan Angin 10.5 m/s.
“Bukan berarti curah hujan akan meningkat signifikan. Memang di sebagian wilayah curah hujannya di atas rata-rata, namun bukan karena La Nina lemah, melainkan karena suhu muka laut yang semakin hangat,” ujarnya.
BMKG juga memperingatkan potensi terbentuknya siklon tropis yang dapat memicu hujan deras, angin kencang, dan banjir bandang, terutama di wilayah pesisir.
Aktivitas ini diperkirakan berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026, dan berpotensi berlanjut hingga Maret atau April 2026.
“Fenomena semacam Badai Seroja itu pun akan makin meningkat frekuensinya di fase November hingga Februari, bahkan bisa berlanjut sampai Maret atau April,” kata Dwikorita.
Sebagai catatan, Badai Seroja yang terjadi pada April 2021 di Nusa Tenggara Timur menelan lebih dari 180 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan luas.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




