BMKG Deteksi La Nina Lemah dan Siklon Tropis, Masyarakat Diminta Siaga Cuaca Ekstrem

BMKG Deteksi La Nina Lemah dan Siklon Tropis, Masyarakat Diminta Siaga Cuaca Ekstrem

BANGSAONLINE.com menerbitkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang dipicu La Nina lemah dan aktivitas siklon tropis di wilayah selatan Indonesia. Kepala , Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa anomali cuaca ini dipengaruhi oleh perbedaan suhu antara Samudra Pasifik dan perairan Indonesia.

Meski La Nina terdeteksi, ia menegaskan dampaknya terhadap curah hujan nasional tidak signifikan. Sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan tetap mengalami musim hujan dalam kategori normal.

“Bukan berarti curah hujan akan meningkat signifikan. Memang di sebagian wilayah curah hujannya di atas rata-rata, namun bukan karena La Nina lemah, melainkan karena suhu muka laut yang semakin hangat,” ujarnya.

juga memperingatkan potensi terbentuknya siklon tropis yang dapat memicu hujan deras, angin kencang, dan banjir bandang, terutama di wilayah pesisir. 

Aktivitas ini diperkirakan berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026, dan berpotensi berlanjut hingga Maret atau April 2026.

“Fenomena semacam Badai Seroja itu pun akan makin meningkat frekuensinya di fase November hingga Februari, bahkan bisa berlanjut sampai Maret atau April,” kata Dwikorita.

Sebagai catatan, Badai Seroja yang terjadi pada April 2021 di Nusa Tenggara Timur menelan lebih dari 180 korban jiwa dan menyebabkan kerusakan luas.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'BMKG Beri Pernyataan Tentang Penyebab Panas Terik di Wilayah Indonesia':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO