Ia bersyukur tubuhnya sehat berkat pola hidup sehat. Kendati demikian, ia tidak merasa rugi membayar iuran.
Sebaliknya, ia senang karena iuran yang dibayarkan bisa membantu peserta lain yang membutuhkan layanan kesehatan. Hal ini sejalan dengan prinsip gotong royong Program JKN, di mana peserta sehat membantu peserta sakit.
”Saya pikir, tidak rugi ikut JKN meskipun jarang digunakan. Iuran yang saya bayar bisa membantu orang lain yang sedang sakit. Kalau suatu saat saya yang membutuhkan, sudah ada JKN yang akan menanggungnya,” paparnya.
Selain itu, pembayaran rutin juga membuatnya terhindar dari denda Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL). Ia menegaskan, keterlambatan membayar iuran dapat menimbulkan denda.










