Sumaji (76), peserta JKN asal Desa/Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan telah memberikan manfaat bagi Sumaji (76), peserta JKN asal Desa/Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar yang sempat mengalami batuk kronis.
Mulanya, Sumaji mengalami batuk yang tak kunjung sembuh. Batuk tersebut disertai dengan sesak napas yang semakin mengganggu, membuatnya merasa kesulitan beraktivitas.
BACA JUGA:
- Berobat Jadi Lebih Terarah, Begini Cerita di Balik Cara Kerja Sistem Rujukan Layanan JKN
- Segudang Keuntungan Jadi Peserta JKN Aktif, Jangan Lupa Rutin Cek Status Kepesertaan
- RS Medika Mulia Tuban Gandeng BPJS Kesehatan Donasikan Jaminan Kesehatan Bagi Warga Tak Mampu
- Pemkab Magetan Perkuat Akses JKN untuk Warga Tidak Mampu
“Awalnya saya pikir hanya flu biasa, tapi batuknya makin lama makin parah, kurang lebih sudah 10 bulan saya merasakan keluhan ini,” ujar pensiunan PNS tersebut.
Karena keluhannya yang tak kunjung membaik, Sumadji memutuskan untuk memeriksakan diri ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan kemudian dirujuk ke RSUD Srengat.
Setelah menjalani pemeriksaan menyeluruh, dokter mengonfirmasi bahwa kondisinya memerlukan penanganan lebih intensif, termasuk pengobatan dan terapi pernapasan.
“Setelah saya dirujuk ke RSUD Srengat, dokter bilang kalau kondisi saya butuh perawatan lebih lanjut dan memberi saya obat serta terapi pernapasan. Perlahan, batuk saya mulai berkurang, dan saya merasa lebih sehat. Terapi yang diberikan benar-benar membantu, dan saya mulai merasa lebih baik sekarang,” ungkap Sumadji.






