Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025 harus dimaknai sebagai momentum strategis untuk memperkuat integritas di seluruh lini pemerintahan.
“Peringatan Hakordia 2025 menjadi momentum memperkuat integritas di semua lini termasuk ASN untuk membangun budaya anti korupsi dengan tata kelola yang transparan dan akuntabel,” ujarnya, Selasa (9/12/2025).
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Sebut EJIES 2026 Jadi Pusat Inovasi Pendidikan Terbesar di Jatim
- Lepas Kloter Terakhir Jamaah Haji Embarkasi Surabaya, Gubernur Khofifah: Jaga Kesehatan dan Ibadah
- Gubernur Khofifah dan Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan SMK dan LKP Bekerja ke Luar Negeri
- Pimpin Upacara Harkitnas 2026, Gubernur Khofifah Ingatkan Generasi Alfa Harus Siap Hadapi Era AI
Menurut dia, budaya antikorupsi hanya dapat tumbuh apabila seluruh ASN dan pemangku kepentingan berkomitmen membangun tata pemerintahan serta sistem pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik penyimpangan. Ia menekankan, penguatan integritas merupakan pondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Pencegahan korupsi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dibangun sebagai ekosistem bersama dari hulu hingga hilir. Melalui edukasi publik, penguatan tata kelola, dan pelibatan peran serta masyarakat,” tuturnya.
Khofifah menambahkan, digitalisasi sistem dan optimalisasi teknologi informasi menjadi instrumen efektif mencegah tindak pidana korupsi sekaligus meningkatkan efisiensi pemerintahan. Tema Hakordia 2025, 'Satukan Aksi Basmi Korupsi', dianggap selaras dengan spirit Jawa Timur untuk menjawab kepercayaan publik melalui layanan bersih, cepat, dan berintegritas.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




