Mensos RI, Saifullah Yusuf saat memberi keterangan kepada awak media. Foto: Yudi Arianto/BANGSAONLINE
"Di aplikasi Cek Bansos ada menu usul dan sanggah. Masyarakat bisa melaporkan jika ada penerima yang tidak sesuai kriteria. Data itu akan kami verifikasi bersama BPS,” tandasnya.
Selain aplikasi Cek Bansos, Kementerian Sosial membuka layanan pengaduan melalui call center 021-171 yang aktif 24 jam, serta menyiapkan layanan berbasis WhatsApp untuk memudahkan masyarakat menyampaikan usulan maupun sanggahan.
Sementara itu, Plt Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris menyebut pihaknya dipercaya menyalurkan BLT Kesra kepada sekitar 18 juta penerima. Hingga Senin (29/12/2025), PT Pos telah menerima alokasi penyaluran bagi sekitar 14 juta KPM.
"Khusus Jawa Timur, alokasinya sekitar 593 ribu penerima, dan sudah tersalurkan lebih dari 544 ribu atau sekitar 92 persen. Untuk Kota Surabaya, dari alokasi awal sekitar 70 ribu KPM, terdapat penambahan data terbaru sebanyak kurang lebih 19 ribu penerima yang mulai disalurkan pada hari ini," ungkap Haris.
Dengan waktu penyaluran yang tersisa beberapa hari menjelang akhir tahun, PT Pos menambah jumlah petugas serta memperpanjang jam layanan.
Pihaknya juga mengimbau penerima bantuan untuk mematuhi jadwal pencairan yang telah ditetapkan guna menghindari kerumunan.
"Bagi lansia dan warga yang sedang sakit, bantuan dapat disalurkan langsung ke rumah melalui koordinasi dengan pendamping sosial maupun perangkat setempat," imbuhnya.
“Kami merasa terhormat Pak Menteri Sosial hadir langsung hari ini. Ini menjadi penyemangat bagi petugas kami dan juga bagi masyarakat penerima,” tutup Haris.
Sebagai informasi, setiap KPM menerima BLT Kesra sebesar Rp 900 ribu untuk tiga bulan, yakni Oktober, November, dan Desember 2025. (ari/van)






