Menurut Tristiantoro, Alfarisi sempat mengalami kejang-kejang di dalam kamar tahanan pada pagi hari.
Rekan satu sel kemudian berupaya memberikan pertolongan dengan membawanya ke poliklinik rutan.
“Tadi pagi yang bersangkutan mengalami kejang-kejang. Waktu dibantu temannya dibawa ke poli, di perjalanan dari kamar ke poli kondisinya sudah tidak sadar. Saat sampai di poli, yang bersangkutan sudah dinyatakan meninggal dunia,” jelasnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, pihak rutan menerima informasi bahwa penyebab kematian Alfarisi adalah gagal pernapasan. Keterangan tersebut juga diperkuat oleh informasi dari pihak keluarga.
TAGS:Rutan









