Keluarga korban (kiri) didampingi Direktur Muslimah Humanis Indonesia Mutmainnah (tengah) dan pengacara Ali Maulidi usai melaporkan hilangnya korban pencabulan ke Polda Jatim
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Santriwati korban dugaan pencabulan lora Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Karomah, Kecamatan Galis, dilaporkan hilang dari rumahnya sejak Rabu (7/1/2026) dini hari.
Kuasa hukum korban, Ali Maulidi, mengatakan pihak keluarga telah melaporkan hilangnya korban ke Polres Bangkalan dan Polda Jawa Timur setelah dua kali 24 jam korban tidak diketahui keberadaannya.
BACA JUGA:
- Ricuh di Arena Sabung Ayam Perbatasan Bangkalan-Sampang, Polisi Belum Beri Penjelasan
- Diduga Cabuli Santriwati, Jaksa Tuntut Pengasuh Ponpes di Probolinggo 7 Tahun Penjara
- Polda Jatim Ungkap 320 Kasus Kejahatan Jalanan Selama Mei 2026
- Jelang Iduladha, Pasar Tumpah dan Jual Beli Kurban Picu Macet Parah di Blega dan Patemon Bangkalan
Ali menuturkan, hingga kini belum dapat dipastikan apakah korban diculik atau pergi meninggalkan rumah atas kemauan sendiri. Kepolisian masih mendalami penyebab hilangnya korban.
“Faktanya, sekarang korban tidak ada di rumah. Sehari sebelum hilang, korban sempat ditemui santriwati utusan Ponpes,” ungkapnya, Senin (12/1/2026).
Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI), Mutmainnah menyampaikan, korban diketahui menghilang saat berada di rumah pada dini hari.
Berdasarkan keterangan keluarga, kata Mutmainnah, korban masih terlihat tidur di kamarnya pada Selasa malam sekitar pukul 00.00 WIB. Namun setelah pukul 01.00 WIB, korban sudah tidak berada di rumah.
“Tentu, ibunya kaget dan membangunkan semua saudaranya untuk melakukan pencarian, tapi tidak ada yang dapat menemukan korban,” tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




