Kasus PMK Muncul Lagi di Kediri, 49 Sapi Terpapar Satu Ekor Mati

KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali merebak di Kabupaten Kediri. 

Hingga Senin (12/1/2026), tercatat 49 kasus PMK dengan satu ekor sapi dilaporkan mati dan 48 lainnya masih dalam kondisi sakit.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih, mengatakan kasus tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. 

Wilayah dengan jumlah kasus terbanyak berada di Kecamatan Tarokan, yakni 33 kasus, terdiri dari 32 sapi sakit dan satu sapi mati. Sementara di Kecamatan Purwoasri dan Ngancar masing-masing tercatat delapan ekor sapi terjangkit PMK.

“Kami meminta para peternak meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap lalu lintas keluar masuk ternak sapi dari berbagai daerah ke Kabupaten Kediri. Vaksinasi PMK terus kami lakukan untuk menjaga kesehatan ternak,” ujar Tutik, Selasa (13/1/2026).

Menurut Tutik, kasus PMK mulai terdeteksi sejak 27 Desember 2025 dan terus bertambah hingga saat ini. 

Kecamatan Tarokan menjadi wilayah pertama yang terpapar, mengingat daerah tersebut memiliki populasi ternak sapi cukup tinggi. Meski demikian, DKPP langsung melakukan penanganan dengan pengobatan secara intensif.

Ia mengimbau peternak segera melakukan isolasi mandiri jika menemukan sapi dengan gejala PMK, seperti bibir pecah-pecah dan berair, demam tinggi, nafsu makan menurun, malas bergerak, hingga luka pada kaki.

“Jika ditemukan gejala tersebut, sapi harus segera dipisahkan dan dikarantina mandiri. Setelah itu, hubungi petugas kesehatan hewan atau dokter hewan terdekat untuk penanganan dan pengobatan,” jelasnya.

Tutik menambahkan, hingga saat ini belum ada sapi yang dinyatakan sembuh. Seluruh sapi yang terpapar masih dalam proses pengobatan dan pengawasan ketat oleh petugas.

“Kami menganjurkan peternak rutin berkonsultasi dengan petugas keswan. Sapi yang belum tervaksin harus segera divaksin. Apalagi saat musim hujan, daya tahan tubuh ternak bisa menurun,” terangnya.

Ia juga mengingatkan bahwa kasus PMK telah muncul di beberapa daerah lain di Jawa Timur, seperti Kabupaten Lamongan. Oleh karena itu, langkah pencegahan perlu diperketat.

“Lakukan penyemprotan disinfektan di kandang pagi dan sore hari, serta batasi orang luar masuk ke kandang. Ini penting untuk menjaga kesehatan ternak,” pungkas Tutik. (uji/van)