Presiden Prabowo saat peresmian SMA Taruna Nusantara Malang.
MALANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah mendampingi kunjungan kerja Presiden Prabowo dalam peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Malang di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Selasa (13/1/2026).
Sekolah berasrama unggulan ini berdiri di atas lahan seluas 30 hektare yang dibangun saat Prabowo menjabat Menteri Pertahanan.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Apresiasi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, YRJI Ajak Masyarakat Dukung Kinerja Presiden Prabowo
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
SMA Taruna Nusantara dirancang dengan fasilitas modern, mulai dari gedung pendidikan berteknologi terkini, asrama ksatrian yang nyaman, hingga sarana olahraga. Selain itu, tersedia pusat layanan siswa seperti Advance Study Center (ASC) dan English Study Center (ESC).
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan kehadiran SMA Taruna Nusantara mendukung peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pembentukan pemimpin berkarakter dan berwawasan kebangsaan.
"Pentingnya sekolah taruna dalam membangun karakter dan prestasi akademik siswa, serta mendorong taruna untuk menjadi generasi unggul, garda terdepan penjaga NKRI," ujarnya.
Dijelaskan olehnya, kurikulum terintegrasi di sekolah ini tidak hanya fokus pada kecerdasan akademik, tetapi juga penguatan karakter melalui wawasan kebangsaan, kepemimpinan, dan kemandirian.
"Pembinaan karakter dan akademik diberikan dan tidak bisa dipisahkan dalam sistem pendidikan di SMA Taruna Nusantara. Pola sistem pembinaan pendidikan mengutamakan pembentukan karakter bagi para siswa, beriringan dengan peningkatan prestasi akademi, menjadi satu bagian yang utuh," paparnya.
SMA Taruna Nusantara diharapkan menjadi wadah bagi siswa untuk bertumbuh, belajar, dan berkarya sehingga mampu menjadi pemimpin Indonesia Emas 2045.
"Mudah-mudahan semua peserta didik dapat mengemban mandat menjadi pemimpin masa depan. Insya Allah saat Indonesia Emas 2045, pemimpin emasnya dari siswa-siswi Jawa Timur," pungkasnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




