SUMENEP,BANGSAONLINE.com -Kabupaten Sumenep masih memerlukan tambahan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna mengoptimalkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah, termasuk daerah kepulauan.
Koordinator Wilayah SPPG Sumenep, M. Kholilur Rahman, menyebut kebutuhan ideal SPPG di Kabupaten Sumenep mencapai sekitar 114 unit agar layanan gizi dapat menjangkau seluruh sasaran program.
BACA JUGA:
- Lantik Pengurus Anak Cabang se-Pasuruan Raya, Sekretaris DPD PDIP Jatim Singgung soal MBG
- Menham Pigai Soroti Dugaan Keracunan MBG di Surabaya, SPPG Dinilai Layak Dihentikan
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Harga Garam di Gili Raja Sumenep Turun Saat Musim Produksi Mulai Ramai
“Jika dihitung secara menyeluruh, kebutuhan SPPG di Sumenep mencapai kurang lebih 114 unit, termasuk untuk wilayah kepulauan,” ujar Kholilur Rahman, Jumat (16/1/2026).
Ia menjelaskan, luas wilayah serta kondisi geografis Sumenep menjadi faktor utama perlunya jumlah dapur layanan gizi yang memadai dan tersebar secara merata.
“Kami tidak hanya mengejar jumlah, tetapi juga memastikan setiap SPPG benar-benar siap beroperasi sesuai standar,” paparnya.
Menurut Kholilur Rahman, penambahan SPPG akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan dukungan sumber daya yang tersedia.
Pemenuhan kebutuhan SPPG tersebut diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




