Ilustrasi. Foto: BANGSAONLINE
BANGSAONLINE.com - Harga emas dunia diperkirakan masih akan terus naik akibat gejolak global. Berdasarkan data dari platform ini, Senin (19/1/2026), harga emas dunia berada di level USD4.668,96 per troi ons, naik 72 poin dibandingkan hari sebelumnya.
Sementara itu, harga logam mulia Antam telah menembus Rp2.703.000 per gram, naik Rp40 ribu dari harga sebelumnya. Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, menyebut harga emas berpotensi menguat hingga USD4.706 per troi ons.
“Sedangkan logam mulia Antam diperkirakan akan mencapai Rp2.820.000 per gram pada pekan ini,” ujarnya.
Menurut dia, kenaikan harga emas dipicu oleh gejolak global, terutama perang dagang antara Uni Eropa dan Tiongkok.
“Eropa mengenakan tarif dumping impor produk alumina dari Tiongkok sebesar 88,7 persen hingga 110,6 persen. Langkah ini kemungkinan akan mendapat balasan dari Tiongkok,” tuturnya.
Selain itu, Amerika Serikat mengancam akan mengenakan tarif 20 persen terhadap Eropa terkait isu Greenland, serta ancaman tarif 25 persen terhadap negara yang berdagang dengan Iran. Eropa juga masih menghadapi konflik Rusia-Ukraina yang berlanjut.
Di dalam negeri, Trump menghadapi sengketa dengan bank sentral AS, the Fed. Spekulasi pemangkasan suku bunga semakin menguat menjelang masa pensiun Ketua the Fed Jerome Powell, meski masih terjadi perbedaan pendapat di internal pejabat the Fed.
Ibrahim menambahkan, gejolak global membuat bank-bank sentral dunia semakin agresif membeli emas, termasuk dari Tiongkok, India, Afrika Selatan, Amerika Latin, dan ASEAN.
“Permintaan yang meningkat membuat harga emas dunia terus mengalami kenaikan. Sedangkan kenaikan harga logam mulia Antam juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah yang makin menguat,” paparnya. (rom)






