
Lebih lanjut, Gus Kikin menyoroti pentingnya menjaga independensi dan kemandirian NU, terutama dalam menghadapi dinamika politik yang seringkali memecah belah persaudaraan.
Bagi Gus Kikin, menjaga persatuan di dalam tubuh organisasi adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
"Menjaga persatuan dan ukhuwah jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kepentingan kelompok sesaat. Kita harus merangkul semua pihak agar NU tetap utuh dan solid," tegas beliau
Dalam perspektif hubungan eksternal, Gus Kikin juga menyinggung pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah (umara).
Beliau memberikan contoh suksesnya kolaborasi pembangunan yang menyentuh masyarakat desa. Namun, beliau menggarisbawahi bahwa sinergi tersebut harus tetap dalam koridor kemaslahatan umat dan tidak boleh mengorbankan independensi NU sebagai institusi keagamaan yang menjadi rujukan moral bagi bangsa.
Sejalan dengan arahan tersebut, H. Masduki Toha memaparkan program prioritas terkait penguatan ekonomi umat.
Di Surabaya yang merupakan pusat ekonomi, PCNU Surabaya bertekad untuk memberdayakan potensi ekonomi warga Nahdliyin secara profesional. Kemandirian finansial dinilai sebagai kunci agar organisasi dapat menjalankan program-program sosial dan dakwahnya secara berdaulat tanpa harus bergantung pada donatur luar yang memiliki agenda tertentu.
Terkait hal tersebut, Masduki Toha menyampaikan komitmennya untuk menjadikan pemberdayaan ekonomi sebagai prioritas kerja utama dalam periode kepengurusannya. "Ekonomi umat adalah pilar kemandirian kita bersama.
Dengan memperkuat sektor ekonomi, kita tidak hanya menyejahterakan warga, tetapi juga memastikan bahwa dakwah dan khidmat NU dapat berjalan secara mandiri tanpa harus bergantung pada bantuan pihak manapun," tuturnya disambut antusias oleh para peserta.
Selama dua hari, Muskercab II diisi dengan sidang-sidang komisi yang produktif, mulai dari pembahasan inovasi dakwah digital hingga layanan kesehatan.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dalam menyelaraskan program-program kerja yang adaptif dengan kebutuhan generasi muda Surabaya, tanpa meninggalkan prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Muskercab II PCNU Kota Surabaya di Trawas ini ditutup dengan kesepakatan bulat untuk menjalankan langkah yang selaras demi kemaslahatan umat berkelanjutan. Hasil musyawarah ini akan menjadi panduan kerja yang kokoh bagi seluruh pengurus.
Semangat pengabdian yang tulus, kemandirian ekonomi, dan penjagaan marwah organisasi menjadi oleh-oleh utama yang dibawa kembali ke Surabaya untuk diimplementasikan demi kemajuan warga Kota Pahlawan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




