Rapat koordinasi terkait pelaksanaan program MBG atau Makan Bergizi Gratis di Jember.
“Jika diproyeksikan ada 270 dapur SPPG maka, akan ada serapan tenaga kerja sebesar 15 ribu orang,” tuturnya.
Ia juga memperkirakan perputaran uang dari operasional dapur MBG dapat mencapai Rp4 triliun, hampir setara dengan APBD Jember.
“Perputaran ekonominya bisa mencapai Rp4 triliun,” katanya.
“Angka tersebut hampir menyamai APBD kita. Makanya ini adalah penggerak dari sektor riil, sehingga bahan pokok dari petani, UMKM dan produsen Jember bisa berputar serta menumbuhkan daya beli masyarakat,” sambungnya.
Meski optimistis, Gus Fawait mengingatkan pengelola SPPG untuk menjaga mutu makanan sesuai standar. Ia menekankan pentingnya kebersihan, kelengkapan perizinan, dan standar gizi.
“Sebab, dapur ini menjadi hal yang sangat prioritas, makanya kebersihan dan menu standar gizi tidak boleh ditawar lagi,” katanya.
Bupati juga memberi peringatan keras agar tidak terjadi pengurangan anggaran pada setiap porsi makanan.
“Kalau anggarannya Rp10 ribu atau Rp8 ribu maka jangan sampai dikurangi, jika nanti masih ditemukan kami akan merekomendasikan untuk disanksi tegas dapurnya,” pungkasnya.
Sebagai motivasi tambahan, Pemkab Jember merancang penghargaan khusus bagi SPPG dengan kinerja terbaik pada akhir tahun. Penghargaan itu diharapkan mendorong semangat kompetisi positif antar pengelola dalam memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak di Jember. (ngga/yud/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




