Proses pembuatan kacang goreng pasir di Desa Selorejo, Kecamatan Mojowarno
JOMBANG,BANGSAONLINE.com - Permintaan kacang goreng pasir di Desa Selorejo, Kecamatan Mojowarno, melonjak tajam menjelang Idulfitri 2026 hingga membuat perajin meningkatkan kapasitas produksi beberapa kali lipat.
Tradisi mudik dan Lebaran membawa berkah tersendiri bagi perajin camilan tradisional di daerah tersebut. Salah satunya produsen kacang goreng pasir yang kini kebanjiran pesanan dari berbagai daerah.
Adalah Syaifullah (58), warga Dusun Mlaten, yang telah menekuni usaha turun-temurun tersebut sejak 1990.
Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, rumah produksinya terlihat jauh lebih sibuk dibandingkan hari-hari biasa untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat signifikan.
Keunikan camilan ini terletak pada proses pengolahannya. Syaifullah tidak menggunakan minyak goreng, melainkan memanfaatkan pasir sungai lokal sebagai media penghantar panas.
Sebelum dimasukkan ke dalam wajan berukuran besar, kacang tanah jenis hibrida maupun lokal terlebih dahulu dijemur hingga benar-benar kering.
Setelah itu, kacang disangrai bersama pasir panas hingga menghasilkan aroma dan tekstur yang khas.
"Kami menggunakan pasir sungai biasa dari wilayah sini. Proses penggorengan biasanya dimulai sejak usai Subuh hingga tengah hari," terang Syaifullah saat ditemui di kediamannya, Selasa (10/3/2026).
Lonjakan pesanan membuat Syaifullah harus meningkatkan volume produksi secara signifikan. Jika pada hari biasa ia hanya mengolah sekitar 50 hingga 90 kilogram kacang, kini jumlahnya meningkat hingga mencapai dua kuintal per hari.
"Untuk hari ini saja, kami sudah menggoreng sekitar 160 kilogram kacang kulit," tambahnya.
Kacang goreng pasir produksi Syaifullah telah dipasarkan ke berbagai kota di Jawa Timur, seperti Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, hingga Banyuwangi. Bahkan, produknya juga mulai merambah pasar di wilayah Jawa Tengah.
"Untuk kacang jenis Hibrida Rp 40.000 per kilogram, sedangkan kacang lokal Rp 37.000 per kilogram," pungkasnya.
Momentum menjelang Idul Fitri ini turut mendongkrak pendapatan usahanya. Syaifullah mengaku mampu meraih omzet harian sekitar Rp7 juta hingga Rp8 juta berkat tingginya minat masyarakat menjadikan kacang goreng pasir sebagai camilan maupun buah tangan khas Lebaran. (aan/van)















