Sentuhan Modern Jajanan Lawas: Mencicipi Kopi Ledre Racikan Anang Ma’ruf di Deulleuda Coffee

Sentuhan Modern Jajanan Lawas: Mencicipi Kopi Ledre Racikan Anang Ma’ruf di Deulleuda Coffee Anang Ma’ruf saat meracik kopi ledre yang jadi menu andalan di Deulleuda Coffee.

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com – Siapa yang tak kenal Ledre? Jajanan renyah nan manis ini sudah lama menjadi ikon kuliner Bojonegoro. Namun, di tangan kreatif Anang Ma’ruf (33), camilan tradisional ini naik kelas. Melalui sentuhan tangan dinginnya sebagai barista berpengalaman, Ledre kini bisa "diminum" dalam bentuk kopi dengan cita rasa yang unik dan otentik.

Langkah Anang di dunia kopi bukanlah perjalanan singkat. Ia mulai menekuni profesi barista sejak tahun 2008 di Bogor. Setelah 13 tahun merantau dan sukses mendirikan coffeeshop di Bogor serta Cepu, ia memutuskan pulang ke tanah kelahirannya untuk berinovasi.

"Untuk di Bogor saya jual, meski pelanggan cukup ramai karena sudah 13 tahun di sana tepatnya 2021 silam. Kemudian pindah di Cepu, Blora di tahun yang sama," kenangnya.

Dari "Banyu Biru" Hingga Kopi Ledre

Sekembalinya ke Bojonegoro, Anang sempat bekerja sama dengan Kokobo Dander Forest pada 2023. Di sana, ia melahirkan menu-menu puitis seperti Banyu Biru (terinspirasi dari mata air Dander) dan Padang Mbulan. Namun, ambisinya tak berhenti di situ. Ia kemudian mendirikan Deulleuda Coffee di Kelurahan Kepatihan, Kota Bojonegoro.

Di kedai barunya inilah ide gila memadukan kopi dengan Ledre benar-benar dieksekusi. Prosesnya tidak instan; butuh perenungan panjang dan eksperimen berkali-kali.

"Ide Kopi Ledre sebetulnya sudah lama. Hanya saja proses penyempurnaan flavor ledre mirip atau sama persis itu memakan waktu selama 2 bulan," jelas Anang.

Tak hanya Ledre, Anang yang juga menjadi guru ekstrakurikuler barista di SMAN 1 Dander ini telah menciptakan varian kopi unik lainnya seperti Kopi Apem, Kopi Nogosari, Kopi Getuk Lindri, hingga Kopi Klepon. Namun, Kopi Ledre tetap menjadi primadona.

(Tampilan Kopi Ledre)

Viral dan Menjadi Identitas Kota

Memasuki tahun 2025, Kopi Ledre meledak di media sosial, terutama TikTok. Tak hanya anak muda, tokoh publik seperti mantan Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah, turut mencicipi inovasi ini.

"Beliau tak menyangka jajanan tradisional Bojonegoro, yakni Ledre bisa dijadikan kopi," kata Anang bangga.

Kepopuleran ini tentu memicu munculnya "peniru". Anang mengaku beberapa kedai kopi lain mencoba menyontek idenya. Namun, ia menanggapi hal tersebut dengan santai karena ia yakin kualitas rasa tidak bisa dibohongi. Ia bahkan sempat mendatangi kedai-kedai tersebut untuk mencicipi langsung.

"Kalau rasanya sama, tentu ada yang membocorkan resep inovasi kopi ledre saya. Yakni salah satu barista yang kerja di Deulleuda Coffee. Maka hingga saat ini tak menanggapi serius hal itu," ungkapnya jujur. Bagi Anang, rasa racikan peniru tersebut masih terasa "amburadul".

Misi Mengangkat Potensi Lokal

Anang menekankan bahwa menjadi barista bukan sekadar menyeduh, tapi berani berinovasi mengangkat kearifan lokal. Ia mengajak para barista lain untuk terus berkembang tanpa harus menjiplak karya orang lain.

"Karena Kopi Ledre ini merupakan pertemuan elegan antara warisan rasa dan seni meracik kopi. Maka inovasi sangat dibutuhkan," tegasnya.

Ke depan, Anang sudah menyiapkan kejutan baru: Kopi Susu Ender-Ender, yang lagi-lagi diangkat dari makanan khas Bojonegoro. Harapannya sederhana namun mulia: ia ingin Bojonegoro memiliki identitas kopi yang kuat dan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.