Gus Lilur. Foto: Ist
Ia mengingatkan, NU berisiko terseret jejaring korupsi hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU) jika praktik tersebut dibiarkan. Karena itu, PBNU harus berani membersihkan organisasi dari pihak yang terindikasi korupsi.
Gus Lilur juga menyoroti citra NU yang sempat tercoreng oleh isu tata kelola kekuasaan, termasuk kasus kuota haji.
“Dalam organisasi berbasis moral seperti NU, persepsi publik adalah modal utama,” cetusnya.
Ia menilai, Muktamar harus menjadi momentum pemulihan kepercayaan publik melalui pembersihan internal dan penegakan integritas.
“NU perlu kembali pada satu sikap yang tidak boleh ditawar, yakni menolak yang haram dan menjadikannya fondasi masa depan yang bersih,” pungkasnya. (mdr/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




