Bayi Baru Lahir Ditemukan di Depan Rumah Warga Bangil, Polisi Buru Pelaku

Bayi Baru Lahir Ditemukan di Depan Rumah Warga Bangil, Polisi Buru Pelaku Kapolsek Bangil didampingi Kanitreskrim saat melihat bayi yang sudah diamankan di Pukesmas Bangil.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Warga Lingkungan Pandean III, Kelurahan Kidul Dalem, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, dikejutkan oleh penemuan seorang bayi yang diduga baru saja dilahirkan, tergeletak di depan pintu rumah warga, Rabu (7/4/2026) pagi.

Bayi itu ditemukan di depan rumah milik Rojikin Machfud (49) tahun. Tangisnya lirih, namun cukup untuk menggugah seisi rumah dan kemudian satu lingkungan kampung tersebut.

Menurut keterangan Rojikin, bayi tersebut pertama kali diketahui oleh istrinya saat pulang dari pasar.

“Sekitar pukul 05.00 WIB, istri dan anak saya mendengar tangisan bayi dari depan pintu rumah,” ujar Rojikin saat dimintai keterangan.

Temuan itu segera dilaporkan kepada ketua RT setempat pada pukul 05.10 WIB. Situasi yang semula sunyi berubah menjadi kepedulian bersama.

Warga, bersama aparat keamanan lingkungan Bhabinkamtibmas dan Babinsa bergegas mengevakuasi bayi tersebut ke Puskesmas Bangil sekitar pukul 06.00 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi dari Polsek Bangil yang dipimpin Kapolsek Kompol Ahmad Firman Wahyudi langsung turun ke lokasi kejadian. Sejumlah langkah cepat dilakukan. Olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi-saksi, hingga penelusuran rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Bangil Kompol Ahmad Firman Wahyudi menyatakan bahwa pihaknya tengah mendalami kasus ini secara serius.

“Kami telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta berupaya mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk mengungkap siapa yang meninggalkan bayi tersebut,” ujarnya.

Ia menambahkan, prioritas utama saat ini adalah memastikan kondisi bayi dalam keadaan aman dan mendapatkan perawatan yang layak.

“Kondisi bayi sudah ditangani oleh pihak Puskesmas Bangil. Sementara itu, kami terus melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi pelaku,” kata Firman.

Peristiwa ini menyisakan jejak tanya yang belum terjawab, siapa yang membawa bayi itu ke depan rumah warga dalam rentang waktu antara pukul 04.30 hingga 05.00 WIB? Dalam kondisi apa bayi itu dilahirkan? Dan di mana sosok ibu yang seharusnya mendekapnya?

Di tengah denyut pagi yang mulai ramai, peristiwa ini menjadi ironi yang menyayat. Sebuah kehidupan baru hadir tanpa pelukan pertama yang semestinya. Tangisnya menjadi penanda bukan hanya tentang kelahiran, tetapi juga tentang keputusan yang meninggalkan jejak sunyi. (maf/par/rev)