Pelaksanaan Muskerwil PWNU Jatim di Pondok Pesantren Sunan Bejagung 2, Semanding, Kabupaten Tuban.
TUBAN, BANGSAONLINE.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur tuntas menyelenggarakan musyawarah kerja wilayah (Muskerwil) yang berlangsung khidmat selama dua hari, 11-12 April 2026. Bertempat di Pondok Pesantren Sunan Bejagung 2, Semanding, Kabupaten Tuban, forum ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis bagi masa depan organisasi.
Dalam Muskerwil tersebut, PWNU Jatim mematangkan berbagai program prioritas. Salah satu poin krusial adalah penguatan peran Aswaja Center sebagai benteng akidah dalam menghadapi "perang ideologi" saat ini.
Selain itu, dirumuskan pula modul pendidikan nilai-nilai Aswaja, pengembangan jaringan kader kesehatan untuk dakwah, hingga strategi optimalisasi wakaf aset dan wakaf uang.
Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz, menjelaskan bahwa agenda ini juga menjadi ajang refleksi internal organisasi.
"Pada momen Muskerwil ini juga turut mengevaluasi hasil kerja yang sudah dilakukan pada tahun kemarin-kemarin. Termasuk mengevaluasi secara keseluruhan kinerja dari masing-masing bidang di PWNU Jatim," ungkap Gus Kikin -sapaan KH Abdul Hakim Mahfudz- kepada awak media, Minggu (12/4/2026).
Hal menarik dalam Muskerwil kali ini adalah pembicaraan mengenai Muktamar NU ke-35 yang dijadwalkan digelar tahun ini. Gus Kikin menegaskan bahwa Muskerwil di Tuban merupakan bagian dari langkah persiapan menuju agenda besar skala nasional tersebut.
"Jadi tadi juga maklumat yang disampaikan Wakil Rais Syuriyah agar Muktamar tidak mundur lagi. Dan bila Jatim ditunjuk sebagai tuan rumah, maka PWNU Jatim menyatakan siap jadi tuan rumah," tegas Gus Kikin yang juga Pengasuh Pesantren Tebuireng.
Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak yang hadir dalam pembukaan acara memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah-langkah strategis yang disusun PWNU Jatim. Menurutnya, momentum Muskerwil ini sangat tepat untuk menyongsong Muktamar. Sebagai mitra strategis, Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan NU, terutama dalam pemberdayaan masyarakat.
"Artinya, Pemprov Jatim akan terus bekerja sama dengan NU dalam hal pengembangan potensi masyarakat serta kegiatan-kegiatan gerakan sosial lainnya," tutur Emil Dardak.
Dengan berakhirnya Muskerwil ini, PWNU Jatim kini semakin solid dalam menjalankan program kerja yang menyentuh langsung kepentingan umat sekaligus bersiap menyambut hajatan besar Muktamar NU ke-35. (wan/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




