Hapus Stigma Kapitalis, Eri Cahyadi Puji Kemandirian Kampung Pancasila Banjarsugihan

Hapus Stigma Kapitalis, Eri Cahyadi Puji Kemandirian Kampung Pancasila Banjarsugihan Kunjungan Wali Kota Eri untuk berdiskusi bersama warga dalam program Kampung Pancasila di Balai RW 05 RT 01, Kelurahan Banjarsugihan, Minggu (3/5/2026) malam. Foto: Hms

Di akhir diskusi, Wali Kota Eri meminta agar pengurus RW dan pemuda bersiap menjadi narasumber bagi kampung-kampung lain di Surabaya. Ia ingin keberhasilan ini ditularkan ke 1.360 RW lainnya di Kota Pahlawan.

"Saya ingin membuktikan bahwa Surabaya punya orang-orang hebat. Jika ada yang bilang membangun kampung itu berat, lihatlah . Di sini tidak ada warga di desil 1-5 (kemiskinan ekstrem) karena warganya saling peduli. Inilah Surabaya yang sesungguhnya," tandasnya.

Menjawab tantangan Wali Kota Eri, Ketua Karang Taruna (Kartar) RW 05, Nawwar Rafiandi Putra mengungkapkan bahwa kelompok pemuda di wilayahnya sangat antusias terhadap dukungan program pemerintah yang fokus pada pemberdayaan anak muda atau "Gen-Z".

Program unggulan pertama yang akan digerakkan kembali adalah pertanian melon premium. Nawwar bercerita bahwa sebelumnya mereka telah memiliki greenhouse dan sempat merasakan hasil panen. Namun, tantangan muncul saat serangan hama menggagalkan siklus tanam berikutnya, sehingga lahan sempat dialihkan untuk tanaman cabai.

"Dengan adanya dukungan dari Pak Wali Kota, kami sangat excited. Kami akan menyusun dan mengajukan kembali proposal untuk bertani melon secara lebih profesional. Kami ingin membuktikan bahwa anak muda Surabaya bisa bertani dengan teknologi yang tepat," ujar Nawwar.

Selain melon, Karang Taruna RW 05 juga membidik sektor peternakan, yakni ayam petelur. Pemilihan program ini didasari atas analisis kebutuhan pasar lokal di Surabaya yang sangat tinggi terhadap telur sebagai sumber protein murah dan mudah didapat.

“Kami melihat peluang besar di ternak ayam petelur. Selain untuk melatih jiwa kewirausahaan anak-anak muda, hasilnya nanti bisa langsung diserap untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga sekitar maupun pasar yang lebih luas," tambahnya.

Ia berharap, dengan adanya pendampingan teknis dan dukungan modal dari Pemerintah Kota Surabaya, program-program ini tidak hanya menjadi kegiatan musiman, tetapi menjadi unit usaha yang berkelanjutan.

"Mohon bantuannya agar kami terus di dukung. Kami ingin menunjukkan bahwa Gen-Z di kampung kami bisa berkarya dan mandiri, sehingga kehadiran kami benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," pungkasnya.

Ke depan untuk mendukung pengembangan Kampung Jelita (Jepang-Bali) akan diluncurkan program podcast sebagai sarana promosi dan fasilitasi penjualan bagi UMKM melalui media sosial. (ari/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO