Kapos Terminal Ajyad, M. Rifat Sitorus.
MAKKAH,BANGSAONLINE.com - Terminal Ajyad di Makkah mulai dipadati jemaah haji dalam tiga hari terakhir seiring meningkatnya kedatangan jemaah gelombang kedua dari Indonesia menuju Tanah Suci.
Kepadatan paling terasa terjadi menjelang dan setelah salat fardu, ketika ribuan jemaah memadati area terminal untuk menuju maupun kembali dari Masjidil Haram.
BACA JUGA:
- PPIH Siagakan 5 Pos Layanan di Masjid Nabawi, Antisipasi Jemaah Haji Indonesia Tersesat
- KUH Jeddah Sebut Operasional Haji 2026 Lebih Lancar, Jemaah Diminta Wajib Bawa Kartu Nusuk
- PPIH Terapkan Sistem Buka-Tutup di Terminal Ajyad Demi Keselamatan Jemaah Haji
- Tangis dan Doa Iringi Pelepasan 791 Jemaah Haji, Bupati Pamekasan Minta Jaga Kondisi Fisik
Kepala Pos Terminal Ajyad, M. Rifat Sitorus, mengatakan lonjakan penumpukan jemaah dipicu terus bertambahnya kedatangan jemaah haji dari Madinah maupun Bandara Jeddah.
"Gelombang kedua yang dari Jeddah sudah mulai datang di Tanah Haram, sehingga pemadatan di Ajyad sudah mulai bertambah 3 hari ke depan sampai nanti seterusnya," kata Sitorus saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di terminal, Sabtu malam (9/5/2026).
Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, hingga Jumat (8/5/2026), sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah dan 1.209 petugas kloter telah diberangkatkan dari Indonesia menuju Arab Saudi.
Sementara itu, perpindahan jemaah dari Madinah ke Makkah juga terus berlangsung secara bertahap.
Tercatat sebanyak 165 kloter dengan 63.822 jemaah dan 660 petugas telah tiba di Makkah untuk menjalankan umrah wajib sekaligus mempersiapkan diri menghadapi puncak ibadah haji.
Adapun kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport Jeddah mencapai 28 kloter dengan total 10.731 jemaah dan 113 petugas kloter.
Selain itu, sebanyak 2.958 jemaah haji khusus juga telah berada di Arab Saudi.
Meski terjadi lonjakan penumpukan jemaah, Sitorus memastikan kondisi di Terminal Ajyad masih dapat dikendalikan dengan baik melalui pengaturan armada bus shalawat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




