BANGSAONLINE.com - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid, menekankan pentingnya kewaspadaan dalam berinteraksi di ruang digital untuk menghindari potensi kejahatan.
“Interaksi yang berawal dari ruang digital harus selalu disertai kehati-hatian dan literasi digital yang baik. Algoritma dirancang untuk menemukan kecocokan, bukan menjamin seseorang dapat dipercaya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kasus penyekapan dan penganiayaan di Bandung yang diduga berawal dari perkenalan melalui aplikasi kencan daring. Meutya mengingatkan bahwa profil, foto, maupun informasi di media sosial tidak selalu benar sehingga perlu diverifikasi.
Ia juga mendorong pengguna menjaga keamanan data pribadi serta memanfaatkan fitur pelaporan atau pemblokiran jika menemukan perilaku mencurigakan. Kasus kejahatan di platform kencan daring bukan hal baru.
Modus pig butchering atau love scamming kerap digunakan pelaku untuk menipu korban. Awal Juni 2026, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah bersama FBI membongkar jaringan penipu internasional dengan modus tersebut, yang menimbulkan kerugian hingga 2,3 juta dolar AS atau sekitar Rp41,1 miliar.
Pemerintah berkomitmen meningkatkan keamanan ruang digital sekaligus memperkuat literasi masyarakat agar lebih bijak memanfaatkan platform daring. (rom)










